Advokat Indonesia Maju TKN JOKOWI-MA’RUF Laporkan Hanum Salsabiela Rais Terkait Kasus Ratna Sarumpaet 0 1296

Jakarta, JokowiMaruf.Net – Tim Advokat Indonesia Maju (AIM) dibawah Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin melaporkan dokter gigi Hanum Salsabiela Rais terkait kasus Ratna Sarumpaet. Para Advokat Indonesia Maju mendatangi Kantor Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk melaporkan drg. Hanum Salsabiela Rais di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Katua umum AIM, Sandi E. Situngkir, SH, MH, didampingi Ketua I Dr. Urbanisasi, SH., MH., CLA., CIL., Ketua II Arthur Yudi Wardana, SH, MH, Ketua III Baharudin Farawowan, SH., MH., Arthur Rumimpunu, SH., Edi Winarto, SH, MH, Sirjon Pinem, SH. MH, Silvia Devi Soembarto, SH, dan beberapa pengurus Advokat Indonesia Maju melaporkan dugaan pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan Hanum Salsabiela Rais sebagai seorang dokter gigi. Tim Advokasi Direktorat Relawan TKN ini menganggap bahwa pernyataan drg. Hanum Salsabiela Rais yang tersebar di media sosial tentang luka wajah Ratna Sarumpaet merupakan sebuah kebohongan yang dapat dipercaya oleh publik karena ia seorang dokter.

Menurut AIM, drg. Hanum Salsabiela Rais dalam akun Instagram #iamsarah menyatakan : “Sy melihat meraba dan memeriksa luka Bu Ratna kemarin. Sy bisa membedakan mana gurat pasca operasi & pasca dihujani tendangan, pukulan. Hinala mereka yg menganggap sebagai berita bohong. Krn mereka tahut, kebohongan yg mereka harapkan, sirna oleh kebenaran”.

“Komentar Sdr. drg. Hanum Salsabiela Rais, hadir dan bertemu dengan Tersangka RATNA SARUMPAET, yang diduga terlibat menimbulkan kegaduhan di Masyarakat Indonesia, karena mengaku dipukuli orang yang tidak dikenal. Tentu saja komentar Sdr. drg. Hanum Salsabiela Rais, dapat diyakini oleh masyarakat karena profesi yang bersangkutan sebagai dokter dan kemudian dengan sengaja disebar (posting) melalui media massa cetak, televesi, online, istagram, facebook, whatssApp. Sehingga perbuatan yang dilakukan oleh Sdr. drg. Hanum Salsabiela Rais, yang menyatakan luka-luka yang dialami oleh Ratna Sarumpaet, sudah dilihat, diraba dan memeriksa luka hal itu terjadi karena dihujani tendangan dan pukulan, itu dapat merubah keyakinan masyarakat,” tegas Tim AIM dalam laporannya.

Tim AIM melalui Urbanisasi saat dimintai keterangan, meyakini bahwa tentu sebagai dokter, masyarakat dapat memahami kebenaran yang disampaikan oleh drg. Hanum Salsabiela Rais, terlebih-lebih ada kata-kata “Sy melihat, meraba dan memeriksa luka” yang kemudian disimpulkan oleh yang bersangkutan luka tersebut dikarenakan “dihujani tendangan dan pukulan”. Hal ini menurutnya dapat mempengaruhi persepsi masyarakat untuk membenarkan kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

Menurutnya dalam studi-studi keilmuan dan berlaku secara umum di seluruh dunia dikenal “notoire feiten” yang artinya hal-hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan”. Seorang Sarjana Hukum pastilah mengerti hukum, seorang sarjana politik pastilah memahami politik, seorang penyelam pastilah mengetahui dalamnya lautan. Demikian juga halnya Sdr. Hanum Salsabiela Rais, sebagai seorang dokter pastilah memahami dan mengetahui ilmu kedokteran. Sehingga apa yang disampaikan oleh Sdr. Hanum Salsabiela Rais, ketika melakukan pemeriksaan kepada Tersangka Ratna Sarumpaet, pastilah sesuai dengan keilmuan Sdr. Hanum Salsabiela sebagai dokter.

“Akan tetapi dalam fakta hukumnya, peristiwa Ratna Sarumpaet adalah rekayasa politik untuk menjatuhkan pasangan calon lainnya dalam kontestasi Pilpres Tahun 2019. Perbuatan drg. Hanum Salsabiela Rais diduga melakukan Pelanggaran Kode Etik Kedokteran/Kodekteran Gigi. Dalam Pasal 4 Kode Etik Kedokteran Gigi menyatakan : Dokter Gigi di Indonesia harus memberi kesan dan keterangan atau pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Urbanisasi di Rumah Aspirasi, TKN Jokowi-Ma’ruf Jalan Proklamasi 46.

Sedangkan dalam Sumpah Profesi sebagai Dokter Gigi, menyatakan “Demi Allah Saya Bersumpah bahwa : Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran gigi Saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan sekalipun diancam; Saya, dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien akan beriktiar dengan sungguh-sungguh tanpa terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik, kepartaian, dan kedudukan sosial.

Bahwa dalam faktanya, menurut Urbanisasi, perbuatan yang dilakukan oleh drg. Hanum Salsabiela Rais, diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 4 Kode Etik Kedokteran Gigi dan Sumpah Kedokteran Gigi di Indonesia. Untuk itu, Advokat Indonesia Maju (AIM) menyampaikan Pengaduan Tertulis kepada Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk melakukan pemeriksaan kepada Teradu drg. Hanum Salsabiela Rais, sekaligus pemberian sanksi pemberhentian bila terbukti melanggar kode etik profesi Dokter Gigi Indonesia.

Sementara diketahui, Ratna Sarumpaet sendiri telah mengakui kepada publik bahwa dirinya telah melakukan kebohongan. Ratna Sarumpaet juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian atas hal yang dilakukannya, sehingga keterangan yang diberikan drg. Hanum Salsabiela Rais, dinilai Tim AIM tidak sesuai dengan fakta sebenarnya dan menyalahi profesi yang melekat pada yang bersangkutan. [JMN/Tim]

Facebook Comments
Previous ArticleNext Article

Most Popular Topics