BSSN Gelar Pertemuan Antar Lembaga untuk Memperkuat Keamanan Siber Indonesia 0 923

Jakarta, JokowiMaruf.Net – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan pertemuan antar pemangku kepentingan dalam rangka membangun kekuatan siber Indonesia. Kegiatan yang bertajuk Cyber Security Multi-Stakeholder Meet-Up ini dibuka langsung oleh Kepala BSSN Mayjen TNI (Purn) Dr. Djoko Setiadi di Aula Kantor BSSN, Jakarta (24/09/2018).

Djoko Setiadi mengungkapkan tujuan dari diskusi ini yakni menggalang sinergi dan kalaborasi pemangku kepentingan keamanan nasional. Menurutnya ancaman negara masa kini bukan lagi hanya pada sektor pertempuran secara fisik melainkan sudah memasuki era baru berbentuk serangan siber melalui jaringan internet.

“Kejahatan Siber merupakan model ancaman baru yang menyerang keamanan informasi dan transaksi elektronik baik pada skala nasional, regional maupun global,” jelas Pak Djoko.

Lebih jauh, Djoko Setiadi menjelaskan serangan siber dapat merusak teknologi informasi, informasi elektronik, transaksi elektronik, sistem elektronik, penyelenggara sistem elektronik, jaringan sistem elektronik, dan infrastruktur informasi nasional. Akibatnya akan berpengaruh pada terganggunya layanan publik, kerugian ekonomi, kerusakan data, hingga hilangnya karakter dan jati diri bangsa.

“BSSN membangun kekuatan keamanan Siber Indonesia dengan menggandeng sektor pemerintah, sektor infrastruktur informasi kritikal nasional, sektor ekonomi digital, praktis dan akademisi di bidang sibersecurity. Hal ini akan menghasilkan keamanan nasional kuat, andal serta efektif dan efisien melalui proses identifikasi, deteksi, hingga penanggulangan dan pemulihan jika terjadi insiden siber,” ucap Purnawirawan Mayor Jenderal TNI ini.

Saat ditanya wartawan terkait banyaknya Hoax dan Ujaran kebencian di tahun politik Pileg dan Pilpres 2019, Kepala BSSN mengungkapkan pihaknya terus mengupayakan penanganan ancaman negara ini. Djoko Setiadi beranggapan ide-ide dari pertemuan inilah yang akan menghasilkan pola terbaik untuk semakin menguatkan BSSN dalam mengantisipasi penyebaran hoax dan ujaran kebencian dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah bangsa.

“Kita mengupayakan deteksi dini terhadap penyebaran black campaign dan penyebaran hoax agar Pemilu dan Pilpres berjalan dengan baik, aman, dan damai sebagaimana mestinya. Kita memiliki tim siber BSSN yang aktif 24 dalam memantau pergerakan serangan siber dan penyebaran informasi palsu termasuk memantau media sosial,” jawab Kepala BSSN Djoko Setiadi kepada para awak media.

Turut hadir beberapa perwakilan lembaga pemerintah dan swasta seperti Kementerian Informasi dan Komunikasi, TNI, Polri, Kongres Advokat Indonesia, Asosiasi Media Digital Indonesia, Asosiasi Siber Indonesia, dan sebagainya. [JMN/Tim]

Facebook Comments
Previous ArticleNext Article

Most Popular Topics