Menteri Agama: Pasangan Capres-Cawapres Bisa Datangi Pesantren untuk Bicara Politik Kebangsaan 0 146

Jakarta, JokowiMaruf.Net – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta semua pihak untuk tidak alergi berbicara politik di lingkungan lembaga pendidikan seperti pondok pesantren. Lukman menggarisbawahi, politik yang ia maksud adalah politik dalam pengertian makro, yakni politik kebangsaan.

“Politik itu kan ada politik kebangsaan, politik dalam pengertian makro. Tapi ada politik dalam pengertian politik praktis. Maka di lembaga-lembaga pendidikan tidak terhindarkan bicara politik. Tapi politik dalam pengertian luas, politik kenegaraan, politik kebangsaan,” kata Lukman di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Lukman mengatakan, sebagai warga negara dan pemegang hak suara dalam pemilu, para siswa harus memiliki wawasan yang cukup mengenai politik kebangsaan.

Namun demikian, Lukman menolak tegas bila lembaga pendidikan atau pondok pesantren disusupi narasi- narasi politik praktis oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan berkontestasi di Pilpres 2019.

“Karena bagaimana pun, para siswa itu harus terjaga. Para guru dan pendidik kita harus terjaga netralitasnya ketika memasuki wilayah politik praktis,” kata Lukman.

Lukman menambahkan, sebagai pemegang hak suara, para siswa juga harus didewasakan agar tetap terjaga independensi dalam menggunakan hak pilihnya.

Karenanya, lanjut Lukman, para siswa harus diberi wawasan yang cukup terkait politik dalam pengertian yang lebih luas, yakni politik kebangsaan.

Misalnya, menyampaikan pentingnya menggunakan hak pilih dalam pemilu, bahwa golput adalah pilihan yang tidak memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara karena proses demokrasi perlu ditopang dengan penggunaan hak pilih.

“Tapi kalau sudah bicara pilihan partai ini, jangan pilih partai yang itu, pilih calon yang ini, jangan yang itu, itu sudah masuk wilayah politik praktis yang mestinya dihindari,” kata Lukman. [JMN/Tim]

(Dwi Badarmanto/Infopublik TKN)

Facebook Comments
Previous ArticleNext Article

Most Popular Topics