Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf Kunjungi Keluarga Buruh Migran yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi 0 114

Jakarta, JokowiMaruf.Net – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin melalui Direktur Relawan, Maman Imanulhaq turut merasakan duka mendalam atas meninggalnya Tuty Tursilawati, buruh Migran asal Majalengka yang dieksekusi mati  oleh Pemerintah Arab Saudi pada (29/1072018).

KH Maman mewakili semua Relawan Jokowi-Ma’ruf mendoakan agar almarhumah Husnul Khotimah dan keluarga korban diberi ketabahan dan kesabaran. Ia berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi kembali.

“Kita berharap ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pada Kamis (1/11/2018).

Maman mengungkapkan kekecewaannya atas proses eksekusi mati Tuty Tursilawati oleh Pemerintah Arab Saudi tanpa adanya pemberitahuan kepada Keluarga almarhum maupun Pemerintah Indonesia. Mantan anggota DPR RI ini mendukung penuh protes yang dilayangkan oleh Pemerintah Indonesia kepada Arab Saudi terkait kasus itu.

Ke depan, pihaknya mendorong agar Pemerintah maksimal melindungi para Buruh Migran mengingat mereka adalah pahlawan devisa yang berkontribusi besar bagi negara. Kepedulian Kiai Maman terutama pada Tenaga Kerja Perempuan (TKW) yang sering mendapat perlakuan semena-mena dari majikannya di luar negeri.

“Buruh Migran Perempuan kerap mengalami perlakuan dan tindakan kekerasan, ancaman dan pelecehan seksual,” ungkap tokoh muda NU ini.

Sebagaimana diketahui, selama bekerja di Arab Saudi, almarhumah Tuty sering mengalami ancaman dan penyiksaan dari majikan. Menurut Maman, apa yang menimpa Tuty Tursilawati menambah daftar panjang kasus penindasan dan ketidakadilan yang kerap dialami oleh para perempuan yang menjadi pekerja di luar negeri.

Sementara Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Retno LP Marsudi menyatakan, Indonesia telah menyampaikan protes kepada pemerintah Saudi buntut eksekusi mati pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tuti Tursilawati tanpa notifikasi kekonsuleran ke pihak Indonesia. Retno pada keterangannya menyebut, dirinya langsung menghubungi Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir serta memanggil duta besar Arab Saudi di Jakarta, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dan menyampaikan protes kerasnya.

“Pagi ini saya panggil Dubes Arab Saudi di Jakarta. Kemaren pagi beliau ada di Bali, tapi siang kembali ke Jakarta dan saya minta beliau kembali ke Bali lagi, untuk bertemu langsung dengan saya dan saya menyampaikan concern yang sangat dalam dan protes kita mengenai masalah notifikasi itu,” ungkap Retno yang ditemui di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018).

Retno menerangkan, Dubes Arab Saudi itu akan melanjutkan konsultasi dengan pemerintah Saudi terkait protes Indonesia atas eksekusi mati ini.

“Dubes menyatakan dia paham dan sangat paham, dia akan menyampaikan concern (Indonesia) ke pemerintah Saudi,” ungkap Retno.

Retno juga membenarkan, eksekusi mati PMI asal Majalengka itu tanpa notifikasi kekonsuleran ke Indonesia, baik ke perwakilan Indonesia, seperti KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah. Tuty Tursilawati dihukum mati pada Senin pagi waktu Arab Saudi (29/10/2018) waktu setempat di kota Taif.

“Pelaksanaan hukuman mati pada Almarhum Tuty Tursilawati tanpa notifikasi resmi kekonsuleran,” kata mantan Dubes RI untuk Belanda ini.

Pada keterangan lebih lanjut, Menteri Retno mengatakan, pemerintah sudah berupaya maksimal pemberikan pemdampingan hukun pada alm Tuti. Ia juga secara resmi mewakili pemerintah mengungkapkan duka mendalam.

“Jadi sekali lagi duka cita kami yang mendalam. Pemerintah sudah mencoba maksimal pemberikan pendampingan hukum dan melakukan upaya apapun yang dapat dilakukan oleh pemerintah,” ungkap Retno.

Tuty diketahui tersandung kasus hukum di Arab Saudi di tahun 2010 silam, dimana ia terkait dengan kasus pembunuhan ayah majikannya yang berwarga negara Arab Saudi. Pemerintah telah berupaya melakukan pembelaan namun tanpa pemberitahuan pemerintah Arab Saudi telah melakukan eksekusi mati terhadap almarhum Tuty Tursilawati. [JMN/Tim]

Sumber : Tribunnews.com
Editor : JokowiMaruf.Net

Facebook Comments
Previous ArticleNext Article

Most Popular Topics